• Sat. Dec 4th, 2021

Toleransi, Moderasi, dan Integrasi Tidak Boleh Mengarah ke Liberalisasi

Koderawit

Masifnya gerakan moderasi dan gaung toleransi dalam ranah akademis seringkali membuat masyarakat sama-samar dalam menentukan sikap.

Matadigital.net

Dalam menghadapi hal ini Suparman Syukur, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, pada Pengajian Ahad Pagi Masjid At Taqwa Patemon (25/7), menjelaskan bahwa toleransi, moderasi, dan integrasi tidak boleh membawa ke arah liberalisasi. Suparman juga mengingatkan kembali tentang tujuan diutusnya Rasul dalam Surat Al Fath: 28

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

“Bahwa tujuan diutusnya Rasulullah untuk membawakan agama yang haq yaitu Islam. Sudah semestinya kita mampu menampakkan bahwa kita adalah muslim. Meskipun dalam dunia akademis kita dituntut untuk moderat dan toleran tapi jangan sampai kita sebagai seorang mukmin lupa bahwa kita harus memiliki keteguhan pilar dasar terhadap pemahaman keimanan, kita tidak boleh terlena meskipun dituntut untuk toleransi, moderasi dan segala hal,” jelas Suparman.

Contoh kecil dari sikap samar-samar yang ditunjukkan masyarakat yaitu fenomena mengucapkan salam dengan berbagai jenis. Sudah seharusnya kita mengucapkan salam sesuai keyakinan kita saja yaitu السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ bukan dengan menambah kalimat salam lainnya. Karena salam adalah ibadah dan akidah maka sudah cukup memberi salam dengan salam sesuai syariat kita.

“Jangan sampai kita mencampuradukkan,” tegas Suparman.

Suparman juga menyampaikan bahwa pasti banyak yang tidak menerima hal ini. Namun perlu diketahui bahwa ditegaskan di akhir ayat, wakafaabillahisyahiida, cukuplah Allah yang menjadi saksi. Jadi walaupun saat kita mengucapkan salam dengan beragam jenis kita akan mendapat sanjungan sebagai orang yang toleran, moderat, dan sebagainya dari manusia, sebagai mukmin harus mengingat bahwa hal itu tidaklah berarti apa-apa, cukup Allah yang menjadi saksi kita.

Koderawit

Matadigital.net