• Fri. Oct 22nd, 2021

Tim Kamboja Muhammadiyah Cilacap

Koderawit

Tim Kamboja Cilacap

Instruksi dari MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) pusat agar di masing-masing kabupaten membentuk minimal satu Tim Kamboja untuk membantu pemerintah, rumah-rumah sakit serta masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulasaran, pengantaran dan pemakaman jenazah khususnya jenazah covid-19, segera ditindaklanjuti oleh MCCC Kabupaten Cilacap dengan membentuk Tim Kamboja Muhammadiyah Cilacap.

Matadigital.net

Seperti diketahui bersama bahwa lonjakan tajam kasus covid-19 baik yang terpapar maupun yang meninggal pasca lebaran idul fitri kemarin mengakibatkan banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien dan jenazah, terutama jenazah covid-19 yang pemulasarannya harus dilakukan di rumah sakit.

Tim Kamboja Muhammadiyah Cilacap, saat ini baru merekrut tujuh relawan dari anggota MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan KOKAM di Kota Cilacap.
Selanjutnya mereka akan segera diberi pelatihan khusus dari RS Islam Fatimah Cilacap dan RS PKU Gombong yang sudah terbiasa menangani jenazah covid-19.

Menurut Kordinator MCCC Kabupaten Cilacap Laksana Dwi Listanto, Ketua PDM Cilacap, H. Kuswan Hasan, SE, ST, sangat mendukung pembentukan tim ini dengan langsung meminjamkan satu unit mobil ambulan serta menghubungkan dengan Lazismu Cilacap sebagai lembaga yang akan mendanai operasional tim ini.

Hari ini (25/7/2021) pun, dua personil Tim Kamboja yang terdiri dari dirinya dan Edi Setioko sudah langsung bekerja untuk mengantar jenazah dari Desa Citepus Kecamatan Jeruklegi Cilacap ke Kecamatan Wangon Banyumas.

Laksana yang sedang mencuci mobil ambulan usai mengantar jenazah tadi mengatakan bahwa jenazah yang dikirimnya memang bukan jenazah covid-19. “Kalo jenazah covid, kita harus memakai APD lengkap Mas.”, ujarnya seraya menambahkan bahwa Muhammadiyah cabang yang sudah memiliki mobil ambulan, sebaiknya juga segera membentuk Tim Kamboja.

Reporter: Amin Ma’ruf

Koderawit

Matadigital.net