• Mon. Sep 20th, 2021

Suparman: Jagalah Akidah untuk Menjadi Muslim yang Hakiki

Koderawit

Keadaan yang sulit seperti sekarang ini, khususnya menghadapi pandemi Covid-19, sedang dihadapi oleh Umat Islam di seluruh dunia. Ikhtiar telah banyak diusahakan agar bisa terhindar dan mampu menghadapi pandemi.

Matadigital.net

Suparman Syukur, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa tengah, pada Pengajian Ahad Pagi Masjid At-Taqwa Patemon PCM Gunungpati (25/7), menjelaskan bahwa pandemi merupakan kehendak Allah Swt. Sehingga sebagai bentuk takwa, kita tidak boleh melawan kehendak-Nya apalagi dengan kesombongan. Namun bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Umat Islam diwajibkan untuk melakukan usaha terbaiknya dalam mencegah dan menghindari virus tersebut.

Selain itu, Suparman Syukur juga menyampaikan bahwa sebagai seorang mukmin, harus dapat mengambil hikmah dan menjadikan fenomena yang terjadi sebagai sebuah refleksi dan evaluasi terutama penjagaan terhadap akidah. Hal tersebut penting dalam memahami Islam yang hakiki.

“Pada hakikatnya, corona (Covid-19, red.) adalah suatu takdir Allah untuk memperbaiki kualitas manusia, terutama kualitas di dalam keimanan, ketauhidan, dan kualitas terhadap kehidupan yang baik,” jelas Suparman.

Tausiah oleh Suparman Syukur, Wakil Ketua PWM Jawa tengah. [dok. redaksi]
Pada empat belas abad yang lalu Allah telah mewahyukan kepada Rasulullah teguran-teguran umat muslim agar tidak menyekutukan Allah.

Dalam Pengajian Ahad Pagi tersebut dijelaskan bahwa teguran tersebut ada dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 14.

 

قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”

“Penerjemahan secara bahasa, ayat di atas mengandung pertanyaan-pertanyaan. Namun. dibalik pertanyaan terdapat teguran yang sangat mendalam bagi kita,” tegas Suparman.

Beberapa hikmah dari Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 14, antara lain:

pertama, umat muslim tidak boleh berlindung kepada selain Allah, karena Allah-lah dzat yang memberikan segalanya. Jelas covid-19 ada dan Allah mengizinkan mewabah, maka umat Islam harus kembali dan meminta perlindungan kepada Allah semata.

kedua, umat muslim harus berserah diri kepada Allah dengan sepenuhnya. Menyerahkan segala hasil usaha kepada Allah dan menerimanya dengan lapang dada.

ketiga, jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Baik menyekutukan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.

*Pengajian Ahad Pagi Masjid At-Taqwa Patemon dilakukan dengan moda daring Zoom Meeting. Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh takmir masjid setiap pekan untuk menghidupkan majelis ilmu meskipun dalam pandemi. Pengajian dibuka untuk umum, untuk mengikuti kajian, bisa bergabung ke grup WhatsApp  https://chat.whatsapp.com/GGdgIMgWJOVIDhuGJ4lHzr

Koderawit

Matadigital.net