• Thu. Jun 30th, 2022

Mengambil Pelajaran dari dipanggilnya Almh. ARIH AISYAH santriwati PontrenMu LUQMAN AL-HAKIM

Koderawit

Hari Kamis tgl 4 Syawal 1443 H sekitar pukul 08.30 almarhum pamit kepada Bapak dan Ibunya hendak silaturahmi ke Ibu kostnya waktu SMA di Jepara, dng berboncengan sepeda bersama adiknya laki-laki yg sekarang masih dirawat di RS REHATA , Kelet Jepara. Kecelakasn itu terjadi sekitar pukul 9 pagi daerah “sentral” sekitar 12 km dari rumahnya.

Matadigital.net

Hal ini berarti NIYAT atau tujuan kepergiannya untuk KEBAIKAN, dan dilakukan dng CARA yg baik pula, yaitu dengan minta IZIN ORANG TUA.

Hari Jumat pagi tgl 21 Romadhon datang ke rumah salah seorang pengasuh, katanya sudah selesai sidang (ujian skripsi) dan tinggal revisi. Kata ibunya, pekan depan almarhumah akan kembali ke Semarang untuk mendaftar wisuda.
Melihat kondisi orang tuanya, BETAPA SANGAT BERARTI selesainya kuliah almarhumah bagi keluarganya. Di sisi lain, BETAPA TERBATASNYA KEKUASAAN MANUSIA, tinggal selangkah wisuda dan mengambil ijazah sarjana, ternyata harus terhenti karena TAKDIR ALLAH yg pasti berlaku untuk hamba-Nya.
Orang bijak berkata, “Kalau takdir Allah hendak berlaku, mana mungkin telunjuk bisa menahan gunung yg runtuh”.

Kata ibunya, sejak kuliah di UNNES dia ingin tinggal di pondok pesantren, dan memilih di PontrenMu LUQMAN AL-HAKIM yg tidak jauh dari kampus, kata teman santriwati yg lain, almarhum sudah hafal 7 Juz. Meskipun belum 30 juz tetapi ada UPAYA menjaga ayat-ayat Al-Qur’an itu melalui KEMAMPUAN MENGINGAT yg dikaruniakan Allah kepadanya.
Semoga dng hafalan yg almarhumah miliki menjadikannya termasuk “Ahlul Quran” yg dijamin masuk surga bersama Rasulullah Saw. Aamiin

Bag para santri PontrenMu LUQMAN AL-HAKIM dan KITA SEMUA, selama masih diberi kesempatan untuk BERNAFAS, mari kita manfaatkan setiap kesempatan untuk menambah KEBAIKAN. Ingat, kesempatan itu bisa berhenti dan lenyap setiap saat.

Rasulullah Saw pernah mengingatkan kepada ummatnya, “Tamutuuna kama ta’isun, wa tub’atsuuna kama tamutun” (kalian akan mati seperti biasanya kalian hidup, dan dibangkitkan seperti ketika kalian mati).

Kalau meninggalnya saat MELAKUKAN KEBAIKAN, apalagi dng membawa HAFALN Al-Qur’an, semoga almarhumah termasuk Husnul khatimah, yg balasannya tidak lain adalah surga. Aamiin

Selamat jalan santriwati Arih Aisyah, semoga Allah SWT MENERIMA KAMBALIMU ke hadapan-Nya dng “rodhiyatan mardhiyah, fadkhuli fii ‘ibadi wadkhuli jannati”. Aamiin

a/n Pengasuh
Anwar Sutoyo

Koderawit

Matadigital.net